Jurnal Pendidikan Indonesia https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi <p><strong>Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)</strong> is a journal published once a month by CV. Publikasi Indonesia. The Indonesian Education Journal will publish scientific articles in the scope of general science. Published articles are articles from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.</p> en-US [email protected] (Siti ainul kholipah) [email protected] (Admin ) Fri, 05 Jul 2024 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Relevansi Pemikiran Heidegger tentang “Being and Time” terhadap Praktik Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” Siswa SD pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/2874 <p>Pemikiran Martin Heidegger tentang "Being and Time" menjadi landasan filosofis yang kaya untuk memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, serta relevansinya dengan praktik gaya hidup berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan, pengenalan konsep ini kepada siswa sekolah dasar dapat memberikan dasar yang kuat dalam membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis untuk mengeksplorasi konsep "Being and Time" Heidegger dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam pendidikan tentang gaya hidup berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur tentang pemikiran Heidegger, serta analisis kurikulum dan praktik pembelajaran terkait dengan gaya hidup berkelanjutan di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep "Being and Time" Heidegger memiliki relevansi yang signifikan dengan praktik tema Gaya Hidup Berkelanjutan di kalangan siswa sekolah dasar. Konsep keberadaan (Dasein) dan pemahaman tentang waktu dan ruang dapat diintegrasikan ke tema pembelajaran tentang gaya hidup berkelanjutan untuk membentuk pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab siswa terhadap lingkungan dan masyarakat. Diskusi menyoroti pentingnya memperkenalkan konsep filosofis seperti "Being and Time" Heidegger dalam pendidikan tentang gaya hidup berkelanjutan sebagai cara untuk mendorong siswa sekolah dasar untuk mengadopsi perilaku yang berkelanjutan. Integrasi konsep ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara manusia dan lingkungan serta mendorong mereka untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dijunjung tinggi.</p> Marianus Tapung Copyright (c) 2024 Marianus Tapung https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/2874 Fri, 05 Jul 2024 00:00:00 +0000 Feedback System in Educational Games: A Systematic Literature Review https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3059 <p>The presence of a feedback system is a key factor in maintaining individuals' engagement in educational games. This system aims to enhance player motivation and active participation in educational games. In addition, the feedback system can improve the players' learning outcomes by augmenting their knowledge. Nevertheless, there remains a lack of comprehensive research in the field of feedback systems in educational games, leading to an inadequate comprehension of how to construct a proficient feedback system that can more effectively accomplish the objectives of educational games. The overview of feedback systems in educational games is frequently scattered and fragmented, making it challenging to figure out which educational games incorporate such systems. This research not only improves the comprehension of the feedback system in educational games but also addresses an important gap in the existing literature. The aim of this study is to conduct an extensive and systematic review of the existing literature on feedback systems in educational games. This review is based on 36 relevant journal articles published from 2019 to 2023. This research examines the patterns in the utilization of feedback systems in educational games, including the technologies employed to build these systems, the educational domains studied, and the types of products developed through the creation of educational games. In this study, the discussion also includes the design techniques and methods for feedback systems. This text discusses the utilization feedback types as well as the algorithms used to analyze the feedback systems. The text thoroughly discusses the comprehensive selection of feedback components to be delivered as mediums for player feedback. In this paper, we will clarify the impact of using feedback systems in educational games on the players. This study greatly contributes to the progress of learning conducted through educational games.</p> Aditya Sudyana, Atina Putri, Yusep Rosmansyah Copyright (c) 2024 Aditya Sudyana, Atina Putri, Yusep Rosmansyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3059 Mon, 15 Jul 2024 00:00:00 +0000 Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Matematika: Studi Di SD Inpres Dhereisa https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/2857 <p>Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di SD Inpres Dhereisa dimana siswa-siswi mengalami kesulitan numerasi dalam menyelesaikan soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas V SD Inpres Dhereisa dalam menyelesaikan soal matematika. Untuk mencapai tujuan penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengambilan data siswa kelas V yang menyelesaikan soal matematika melalui tes dan observasi langsung. Data penelitian diperoleh di SD Inpres Dhereisa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 21 yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.&nbsp; Hasil penelitian kemampuan numerasi siswa kelas V dalam menyelesaikan soal matematika menunjukan rata-rata persentase siswa yang menjawab benar 59% dan 41% siswa yang menjawab salah dari 20 butir soal matematika. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V SD Inpres Dhereisa dalam menyelesaikan soal matematika dapat dikategorikan rendah.</p> Oda Paulina Igo, Dek Ngurah Laba Laksana, Maria Desidaria Noge, Dimas Qondias Copyright (c) 2024 Oda Paulina Igo, Dek Ngurah Laba Laksana, Maria Desidaria Noge, Dimas Qondias https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/2857 Mon, 15 Jul 2024 00:00:00 +0000 Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Pendidikan Akhlak di SMK YASPIA https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3165 <p>Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pendidikan akhlak di SMK YASPIA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa melalui berbagai strategi seperti keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan integrasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kerjasama dengan orang tua, dan lingkungan kondusif. Sementara kendala yang dihadapi adalah minimnya alokasi waktu, kurangnya kesadaran diri siswa, dan pengaruh negatif lingkungan eksternal. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan akhlak melalui pelatihan guru, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan optimalisasi teknologi dalam pembelajaran.</p> Nafra Fauziah, Muhammad Abdullah Darraz Copyright (c) 2024 Nafra Fauziah, Muhammad Abdullah Darraz https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3165 Mon, 15 Jul 2024 00:00:00 +0000 Penanaman Nilai Nilai Toleransi Beragama pada Siswa SMP Negeri 2 Donggo Kab Bima NTB https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3092 <p>Menjaga kerukunan antar umat beragama merupakan hal yang sangat penting sebagai syarat utama untuk merawat integrasi nasional. Maka dari itu, proses pendidikan dibutuhkan untuk menanamkan nilai nilai toleransi beragama siswa dari sejak usia dini, agar mampu melahirkan generasi muda yang mampu menyikapi perbedaan sebagai sebuah keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai toleransi beragama di SMPN 2 Donggo Kab Bima NTB. Metode penelitian ini mengunakan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Data penelitian di peroleh dari kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, guru agama katolik, guru agama protestan, dan siswa. Adapun data lapangan yang dikumpulkan, diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui kondensi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penanaman nilai-nilai toleransi beragama pada siswa SMPN 2 Donggo di wujudkan dengan beberapa cara yaitu: pembelajaran yang di dalam kelas, program kegiatan sekolah, dan keteladanan yang dicontohkan oleh guru dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas maupun berbagai kegiatan sekolah lainya. Nilai-nilai toleransi beragama telah diterapkan oleh siswa SMPN 2 Donggo di lingkungan sekolah dan masyarakat. Yaitu melalui pergaulan antara siswa lintas agama tanpa memandang perbedaan agama sebagai penghalang persatuan dan persahabatan di antara siswa.</p> M. Alvin Faiz, Ishomuddin Ishomuddin, Mohammad Kamaludin Copyright (c) 2024 M. Alvin Faiz, Ishomuddin Ishomuddin, Mohammad Kamaludin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3092 Tue, 16 Jul 2024 00:00:00 +0000 Exploring Students' Engagement in Learning English Vocabulary through Wordwall Media for Secondary Level https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3107 <p>The use of Wordwall is essential for learning English vocabulary as an interactive and effective medium. Wordwall media can help students increase their engagement in learning vocabulary. The purpose of this research is to investigate students' perceptions of how engaged students are in learning English vocabulary using Wordwall. This research uses a qualitative approach with a case study design. This research was carried out in one of the junior high schools located in Bima NTB, especially in grade eight. Then, three students were selected purposively to participate in the research to represent the population based on recommendations from English teachers with the criteria of being low to active in learning English. The data was collected through documentation and interviews. In the documentation, students are asked to do several activities in Wordwall regarding learning material for around 20 minutes. Then, students are asked to write about 10 new vocabularies based on the Wordwall they learned. Furthermore, interviews in the form of semi-structured interviews are related to three main aspects of student engagement by Fredricks and McColskey (2012) such as cognitive, behavioral, and emotional engagement. The findings in this research are that using Wordwall can help the students enrich their vocabulary (cognitive), students provide positive reactions during learning (emotional), and students actively participate during the learning process by using Wordwall (behavior).</p> Rananur Alfiah, Made Hery Santosa, Putu Indra Kusuma Copyright (c) 2024 Rananur Alfiah, Made Hery Santosa, Putu Indra Kusuma https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3107 Wed, 17 Jul 2024 00:00:00 +0000 Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Paikem di SDN 3 Sumur Putri Bandar Lampung https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3155 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran Agama Islam berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) yang diterapkan di SDN 3 Sumur Putri Teluk Betung, Bandar Lampung. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur dengan kepala sekolah, guru Agama Islam, wali kelas, dan siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi PAIKEM memfasilitasi peningkatan kualitas pembelajaran Agama Islam di SDN 3 Sumur Putri. Hal ini terlihat dari penerapan berbagai metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, penggunaan media pembelajaran yang inovatif, dan suasana belajar yang menyenangkan. Strategi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Agama Islam dan pengembangan karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Adapun tantangan yang dihadapi dalam penerapan strategi PAIKEM meliputi keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia yang belum merata, serta perlunya pelatihan berkala untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif. Solusi yang diusulkan adalah peningkatan sarana dan prasarana, serta penyelenggaraan pelatihan yang berkelanjutan bagi para guru. Dengan demikian, implementasi strategi pembelajaran PAIKEM di SDN 3 Sumur Putri Teluk Betung Bandar Lampung terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Agama Islam, meskipun masih diperlukan pembenahan dalam beberapa aspek untuk mencapai hasil yang lebih optimal.</p> Desiana Desiana, Agus Pahrudin, Rumadani Sagala, Ratu Vina Rohmatika Copyright (c) 2024 Desiana Desiana, Siti Patimah, Agus Pahrudin, Ratu Vina Rohmatika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3155 Thu, 20 Jul 2023 00:00:00 +0000 Penerapan Komunikasi Virtual Dosen Digital Immigrant https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3093 <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk penerapan komunikasi virtual dosen <em>digital immigrant</em> dalam proses pembelajaran daring, khususnya untuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di program sarjana dan magister Ilmu Komunikasi Universitas Fajar. Dengan menggunakan metode kualitatif interpretif, informan dalam penelitian ini adalah dosen generasi <em>digital immigrant</em> dengan tahun kelahiran sebelum tahun 1980 sesuai dengan teori Marc Prensky dan juga melibatkan mahasiswa yang dijadikan sebagai triangulasi sumber. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan juga menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>, observasi non partisipan dan studi dokumen. Sedangkan untuk teknik analisis data dilakukan dengan menerapkan model Miles and Huberman yakni reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasar komunitas virtual yang terbentuk dan menghasilkan komunikasi virtual dengan indikator interaktivitas, kenyamanan pengguna, realibilitas informasi, dan imbalan keaktifan anggota ditemukan bahwa bentuk penerapan komunikasi virtual dosen <em>digital immigrant</em> adalah lebih banyak memanfaatkan aplikasi Zoom dan WhatsApp untuk berkomunikasi, menarik partisipasi mahasiswa dengan mengangkat topik-topik yang sesuai dengan pengalaman kerja peserta perkuliahan, studi kasus permasalahan pekerjaan dan kaitannya dengan teori ilmu komunikasi, serta menguji efektivitas penerima pesan dengan melihat hasil tugas atau respon dari mahasiswa terhadap materi dan diskusi yang disampaikan selama perkuliahan daring.</p> Amalia Zul Hilmi, Mariesa Giswandhani Copyright (c) 2024 Amalia Zul Hilmi, Mariesa Giswandhani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3093 Sat, 20 Jul 2024 00:00:00 +0000 Exploring EFL Learners Students-Teacher Relatedness https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3110 <p>Purpose this study of to know how students’ and teacher views on students and teacher relatedness in the classroom related to vocabulary learning. Specifically, the methodology used in this research was giving the researcher ability to explore students and teacher point of view on the relatedness between them inside and outside classroom. Thus, qualitative research methodology is going to be utilized to achieve the research objective. The subjects of the study were one senior high school EFL teacher, and the students of one class of English language major class consisting of 4 students. The data of this research was obtained using interview questions instrument. The scope of this study is to explore students-teacher relatedness inside or outside the classroom. However, the results of this study might not be able to be generalized. SDT believe parents also has playing role in learners’ success in learning, meanwhile, this research is only focuses on the relatedness between students-teacher. In addition, it would be inconvenient to do research on every parents. The results of this study are expected to give beneficial information for other researcher who conduct study on this similar topic. The results of this study are expected to give beneficial information for the teacher which may giving better attention in the learners learning process by providing support in every chance they have. To the curriculum designer what is learners needs when they conduct vocabulary learning.</p> Ahmad Fiqi Al Fatih, Lies Amin Lestari, Syafi'ul Anam Copyright (c) 2024 Ahmad Fiqi Al Fatih, Lies Amin Lestari, Syafi'ul Anam https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3110 Sat, 20 Jul 2024 00:00:00 +0000 Kepemimpinan Kepala Sekolah pada SMA Unggul (Studi Multi Kasus pada SMA Negeri 1 Kuala Kapuas dan SMA Negeri 1 Basarang Kabupaten Kapuas) https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3104 <p>Pendidikan berkualitas erat kaitannya dengan berbagai faktor diantaranya kepemimpinan berkualitas. Kepemimpinan berkualitas akan mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas. Terdapat masalah umum, seperti banyak sekolah-sekolah yang belum unggul atau terakreditasi A dan kepemimpinan kepala sekolah yang lemah, disebabkan antara lain karena kelemahan dalam sektor manajemen, keterbatasan sarana dan prasarana, pola pikir primitif masyarakat tentang pentingnya pendidikan di masa depan, mutu proses pembelajaran dan prestasi yang masih rendah, kurangnya disiplin dan budaya positif, serta hubungan kemitraan dengan orang tua yang kurang erat. Dari sekian banyak sekolah-sekolah di kabupaten Kapuas, ada 2 sekolah unggul yaitu SMA Negeri 1 Kuala Kapuas dan SMA Negeri 1 Basarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah, model pemberdayaan guru dan strategi pengambilan keputusan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.&nbsp; Responden&nbsp; penelitian&nbsp; atau informan ditentukan menggunakan teknik <em>purposif dan </em>bersifat&nbsp; <em>snow-ball</em>. Teknik analisis data menggunakan jenis studi multi kasus, model&nbsp; Miles dan Huberman (2014).&nbsp; Uji keabsahan data yaitu validasi internal, validasi eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian adalah SMA Negeri 1 Kuala Kapuas dan SMA Negeri 1 Basarang menunjukkan kategori kepemimpinan kepala sekolah yang berbeda yaitu kasus 1 ditemukan gaya kepemimpinan demokratis dan model kepemimpinan situasional sedangkan kasus 2 ditemukan perpaduan gaya kepemimpinan otoriter, kharismatis dan demokratis dengan model kepemimpinan transformasional. Model pemberdayaan guru sudah dilakukan dan terus ditingkatkan melalui <em>Platform </em>Merdeka Mengajar (PMM) secara digitalisasi. Strategi pengambilan keputusan melalui forum rapat dewan guru berdasarkan musyawarah mufakat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin harus tetap memiliki jiwa dan sifat humanis bagi tim maupun organisasi yang dipimpinnya. Optimalisasi pemberdayaan potensi guru untuk menjadi narasumber dan melakukan pengimbasan di sekolah masing-masing. Menggunakan beberapa model/strategi pengambilan keputusan lainnya seperti pendekatan analisis SWOT, model pengambilan keputusan rasional, model pengambilan keputusan pohon masalah, model pengambilan keputusan berdasarkan lapangan, dalam pemecahan masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.</p> Desi Riyannie, Ahmad Suriansyah, Wahyu Wahyu Copyright (c) 2024 Desi Riyannie, Ahmad Suriansyah, Wahyu Wahyu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3104 Tue, 23 Jul 2024 00:00:00 +0000 Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Kedisiplinan Siswa Melalui Kegiatan Keagamaan (Jamaah Sholat Dhuha) di SMA Ma’arif Pandaan https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3164 <p>Peran guru pendidikan agama Islam adalah usaha secara sadar untuk mempersiapkan peserta didik memahami (mengetahui), terampil dalam melaksanakan (melakukan) dan mengamalkan (menjadi) agama Islam melalui kegiatan pendidikan. Dari ketiga aspek tersebut, "being aspect" (agama atau menjalani kehidupan berdasarkan ajaran dan nilai-nilai Islam) menjadi tujuan utama pendidikan agama Islam di sekolah. Disiplin adalah ketaatan pada aturan dan norma kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlaku dan dilaksanakan secara sadar, ikhlas dan fisik. Sehingga timbul rasa malu ketika melanggar disiplin dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan dalam kegiatan keagamaan adalah dengan 1) memberikan teladan dan teladan, 2) memberikan nasehat, 3) menegakkan disiplin, 4) membiasakan diri, 5) sebagai penyelenggara 6) sebagai motivator. Saran peneliti adalah berkolaborasi antara sekolah, siswa dan orang tua atau wali murid dalam meningkatkan kedisiplinan dalam kegiatan keagamaan di sekolah, orang tua dan guru memberikan dukungan dan motivasi agar tujuan dapat tercapai dengan baik. Siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan keagamaan, patuh dan taat pada peraturan sekolah dan guru sehingga pelaksanaan kegiatan keagamaan berjalan dengan tertib dan khusyuk.</p> Ahmad Fiqih Mahfudhi Wahid Copyright (c) 2024 Ahmad Fiqih Mahfudhi Wahid https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/3164 Tue, 23 Jul 2024 00:00:00 +0000