Rekonstruksi Historis Pendidikan Islam Pra-Walisongo di Nusantara

Authors

  • Akhmad Luthfi Mubarok Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Mudzakir Ali Universitas Wahid Hasyim Semarang

DOI:

https://doi.org/10.59141/japendi.v7i8.10612

Keywords:

Pendidikan Islam, pra-Walisongo, islamisasi Nusantara, Lembaga Pendidikan tradisional

Abstract

Pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dipahami hanya melalui fase Walisongo. Jauh sebelum para wali berkiprah secara intensif di Jawa, proses transmisi ajaran Islam telah berlangsung seiring dengan islamisasi kawasan pesisir, pertumbuhan komunitas Muslim, serta munculnya kerajaan-kerajaan Islam awal di wilayah Sumatera dan kawasan Melayu. Dalam konteks tersebut, fase pra-Walisongo merupakan tahap penting yang menandai lahirnya praktik pendidikan Islam awal di Nusantara. Namun, fase ini masih relatif kurang mendapat perhatian khusus dalam kajian sejarah pendidikan Islam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan merekonstruksi pendidikan Islam pra-Walisongo di Nusantara dengan menelaah konteks historis islamisasi, bentuk dan ruang pendidikan, para aktor yang berperan, serta kedudukannya sebagai fondasi bagi perkembangan pendidikan Islam pada masa Walisongo dan sesudahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian kepustakaan dengan perspektif sejarah-historiografis. Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Indonesia, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang relevan dengan Islamisasi Nusantara dan sejarah pendidikan Islam awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra-Walisongo telah berkembang praktik pendidikan Islam yang bersifat sederhana, nonformal, dan berbasis komunitas. Pendidikan berlangsung di rumah pedagang dan ulama, masjid, surau, meunasah, rangkang, serta dayah, dengan pelaku utama berupa pedagang muslim, ulama, sufi, dan elite politik setempat. Pola pengajaran halaqah, pembinaan keagamaan berbasis komunitas, serta tradisi pendidikan berasrama pada lembaga seperti dayah menunjukkan kesinambungan yang kuat dengan perkembangan pesantren pada masa Walisongo. Dengan demikian, pendidikan Islam pra-Walisongo dapat dipahami sebagai fase embrional sekaligus fondasi sejarah bagi pertumbuhan pendidikan Islam di Nusantara.

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Luthfi Mubarok, A., & Ali, M. (2026). Rekonstruksi Historis Pendidikan Islam Pra-Walisongo di Nusantara. Jurnal Pendidikan Indonesia, 7(8), 486–498. https://doi.org/10.59141/japendi.v7i8.10612