Analisis Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Kearifan Lokal untuk Membentuk Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Negeri 55/1 Sridadi
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i8.10631Keywords:
Pendidkan Anti Korupsi, Profil Pelajar Pancasila, Kearifan Lokal, Sekolah Dasar, Nilai AntikorupsiAbstract
Fenomena meningkatnya pelanggaran etika seperti menyontek, rendahnya kedisiplinan, dan lemahnya akuntabilitas di kalangan siswa kelas V SD Negeri 55/1 Sridadi mendorong dilakukannya penelitian ini, mengingat potensinya sebagai benih perilaku koruptif. Meskipun sekolah memiliki khazanah kearifan lokal Melayu Jambi (seloko dan pantun nasihat) yang sarat pesan moral, pemanfaatannya sebagai medium pendidikan antikorupsi masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendidikan antikorupsi yang mengakar pada kearifan lokal terhadap pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Hasil riset mengindikasikan bahwa implementasi masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara kurikuler ke semua bidang studi. Upaya institusional seperti pemasangan media visual, kampanye verbal, dan kantin kejujuran telah dilakukan, termasuk pengintegrasian seloko, pantun, dan kegiatan kuliner tradisional. Hambatan utama terletak pada pemahaman siswa yang dangkal tentang korelasi antara ketidakjujuran dan korupsi. Kesimpulannya, pengintegrasian kearifan lokal terbukti efektif sebagai inisiasi dini pencegahan korupsi di level pendidikan dasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Puja Lestari, Mahluddin Mahluddin, Heroza Firdaus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





