Warna Memikat, Risiko Mengintai: Dermatitis Kontak dan Efek Kimia Pewarnaan pada Rambut Berdasarkan Data Literatur
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i7.10455Keywords:
Dermatitis Kontak, Pewarnaan Rambut, Efek Kimia, Popularitas, PencegahanAbstract
Pewarnaan rambut telah menjadi salah satu tren kecantikan yang berkembang pesat di masyarakat modern. Namun, dibalik daya tarik warna yang memikat, terdapat resiko kesehatan yang mengintai. Bahan kimia dalam pewarna rambut, seperti para-phenylenediamine (PPD), resorcinol, ammonia, dan hidrogen peroksida, diketahui dapat menimbulkan efek samping pada kulit maupun rambut. Kajian literatur ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif hubungan antara pewarnaan rambut, dermatitis kontak, dan efek kimia yang terkandung di dalamnya, serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang direkomendasikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian literatur dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal penelitian, artikel ilmiah, laporan klinis, serta regulasi kosmetik yang relevan dengan pewarna rambut. Hasil dari riset ini menunjukkan pewarnaan rambut menawarkan ekspresi diri namun membawa risiko kesehatan, terutama dermatitis kontak, akibat bahan kimia seperti PPD. Strategi mitigasi risiko sangat krusial, meliputi kesadaran konsumen akan kandungan produk, disiplin melakukan uji tempel (patch testing), dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan nitril. Pembaruan regulasi transparansi label juga mendukung upaya pencegahan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Florencia Angelina Bivan, Ainaya Alfatia, Niken Ayu Saputri Ananda, Zahrotul Firdaus, Ade Novi Nurul Ihsani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



