Hubungan Teman Sebaya sebagai Konteks Dukungan dan Regulasi Perilaku Remaja

Authors

  • Hidayatul Faridah Institut Islam Kuningan, Indonesia
  • Siti Humaera STAI DDI Pangkep, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59141/japendi.v7i9.10690

Keywords:

hubungan teman sebaya, perilaku remaja, dukungan teman sebaya, regulasi sosial, bimbingan dan konseling

Abstract

Hubungan teman sebaya merupakan konteks sosial yang semakin penting selama masa remaja karena siswa mulai memperluas otonomi, membangun identitas, dan menegosiasikan penerimaan sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana hubungan teman sebaya berfungsi sebagai mekanisme kontekstual ganda yang secara simultan mendukung dan mengatur penyesuaian perilaku remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan analisis lintas kasus terhadap kumpulan laporan observasi dan wawancara peserta didik pada jenjang pendidikan menengah. Data sumber menggunakan lima domain perilaku, yaitu pemahaman diri, perilaku belajar, kedisiplinan dan kepatuhan, hubungan dengan teman sebaya, serta perilaku emosional. Analisis tematik menunjukkan dua fungsi utama hubungan teman sebaya. Fungsi pertama adalah fungsi suportif, yang tampak melalui rasa nyaman di sekolah, bantuan ketika menghadapi kesulitan, diskusi, penerimaan terhadap perbedaan, dan dukungan emosional. Fungsi kedua adalah fungsi regulatif, yang tampak melalui pengaruh kelompok terhadap konsentrasi belajar, pilihan perilaku, ekspresi pendapat, respons emosional, dan keputusan siswa. Temuan menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya tidak bersifat positif atau negatif secara mutlak. Pengaruh tersebut bergantung pada kualitas hubungan, norma kelompok, kapasitas regulasi diri, pemahaman diri, dan kemampuan mempertahankan otonomi. Temuan juga menunjukkan bahwa siswa dengan hubungan sebaya yang suportif cenderung memiliki sumber daya sosial yang membantu penyesuaian, sementara siswa yang sangat dipengaruhi kelompok membutuhkan penguatan komunikasi asertif, regulasi emosi, dan pengambilan keputusan mandiri. Penelitian berkontribusi dengan menawarkan model Dual Contextual Mechanism yang menempatkan relasi teman sebaya sebagai penghubung antara karakteristik personal, pengalaman belajar, norma sekolah, dan penyesuaian perilaku. Implikasi penelitian diarahkan pada pengembangan asesmen relasional, bimbingan kelompok, peer support, dan konseling individual dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah

Downloads

Published

2026-10-26

How to Cite

Faridah, H., & Humaera, S. (2026). Hubungan Teman Sebaya sebagai Konteks Dukungan dan Regulasi Perilaku Remaja. Jurnal Pendidikan Indonesia, 7(9), 593–610. https://doi.org/10.59141/japendi.v7i9.10690