Kesalahan Penggunaan Kata “TANYA” pada Kalimat Berita Masyarakat Penutur di Poleang Barat

Main Article Content

Sitti Rahmatang
Universitas Halu Oleo Kendari
Hamrin Hamrin
Universitas Halu Oleo Kendari

Latar Belakang: Kurangnya keterampilan berbahasa menjadi salah satu hambatan dalam proses komunikasi. Wujud dari kurangnya keterampilan berbahasa itu antara lain disebabkan oleh kesalahan-kesalahan berbahasa.


Tujuan: Untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa lisan yang sering dilakukan masyarakat penutur di Poleang Barat.


Metode: Menggunakan metode simak dan teknik deskriptif kualitatif-preskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan dan menjelaskan hasil temuan di lapangan dan memberi solusi atau pemecahan atas masalah yang terdapat dalam pemakaian bahasa Indonesia pada masyarakat penutur di Poleang Barat.


Hasil: Kesalahan penggunaan kata “Tanya” pada kalimat langsung yang bertujuan menyampaikan atau melaporkan terjadi karena kerancuan berpikir oleh penutur yang memposisikan dirinya pada dua kondisi, satu kondisi sebagai penyampai berita, kondisi yang lain sebagai penggali berita. Kesalahan penggunaan kata “Tanya” karena kehadiran kedua pernyataan ini senantiasa beriringan.


Kesimpulan: Kesalahan berbahasa terjadi karena ketidakmampuan penutur bahasa membedakan jenis kalimat berita dengan jenis kalimat tanya. Secara semantik, makna atau arti dalam bahasa kedua jenis kalimat tersebut bersinonim.


Keywords: kesalahan berbahasa; kata “TANYA”; bentuk kesalahan; penyebab kesalahan.