Kontrak Tertulis dalam Perdagangan Internasional: Analisis Berdasarkan Prinsip Pacta Sunt Servanda dan Itikad Baik
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i5.9796Keywords:
perdagangan internasional, kontrak tertulis, pacta sunt servanda, itikad baikAbstract
Perdagangan internasional merupakan aktivitas ekonomi lintas negara yang melibatkan hubungan hukum antara para pihak dari sistem hukum yang berbeda. Dalam praktiknya, kontrak tertulis menjadi instrumen utama yang mengatur hak dan kewajiban para pihak guna menciptakan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan mengikat kontrak tertulis dalam perdagangan internasional berdasarkan prinsip pacta sunt servanda, serta mengkaji peran prinsip itikad baik dalam menjaga keadilan pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa prinsip pacta sunt servanda memberikan dasar kekuatan mengikat terhadap kontrak yang dibuat secara sah, sehingga para pihak wajib melaksanakan isi perjanjian yang telah disepakati. Namun, penerapan prinsip tersebut perlu diimbangi dengan prinsip itikad baik agar pelaksanaan kontrak tidak dilakukan secara kaku. Prinsip itikad baik berperan untuk menjaga keseimbangan kepentingan para pihak serta mencegah penyalahgunaan hak dalam hubungan kontraktual. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua prinsip tersebut saling melengkapi dalam mewujudkan kepastian hukum sekaligus keadilan dalam pelaksanaan kontrak tertulis perdagangan internasional. Keberhasilan pelaksanaan kontrak tidak hanya bergantung pada kekuatan mengikatnya secara hukum, tetapi juga pada sikap jujur dan proporsional para pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jedyzha Azzariel Priliska, Gunardi Lie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



